Wednesday, October 29, 2014

pengakuanmu sudah kubaca,,
dan sudah kukatakan,aku seringkali kehilangan cara menjelaskan apa yang ada dipikiran,apa yang ada di hati,terlebih untuk menjawab pernyataan-pernyataanmu,rasanya tidak ada padanan kata yang pas. atau karena aku sangat tidak berani.

hanya,, yang begitu saja terjadi adalah kamu ada..
sosokmu menemani siang,malam,sampai dini hari(kata-kata si adol,yang emang iya).
kamu seringkali membuatku senang sekaligus gugup,membuat hati berdebar-debar sampai aku harus sebisa mungkin mengatur kenormallan bernafas,menjadikan sulit menahan untuk sekedar tidak tersenyum saat sendiri maupun di tengah keramaian,dan perilaku-perilaku yang kara mereka,teman-temanku,ini baru.
sampai akhirnya,orang di sekelilingku lah yang lebih dulu menyimpulkan perasaan macam apa yang sedang kualami. kata mereka aku jatuh cinta.
dan sepertinya memang..

29 oktober 2014,13:45
di apartemen tercinta,dengan perasaan nano-nano. 

Monday, October 27, 2014

Untuk saat ini,aku tidak sedang mencoba untuk menjanjikan puncak indah nan mewah di atas sana,puncak yang dengan elok membawahi awan2 yang berkumul seakan berkawan..

Untuk saat ini,aku hanya dapat memastikan kita akan berjalan beriringan menuju puncak itu,menikmati proses mendaki yang mungki terasa berat dan lelah,dengan panorama keindahan alam nan megah di kanan dan kiri kita dan tegukan air yang terasa sangat amat berharga disaat dahaga dalam perjalanan.

Sampai saatnya nanti puncak dengan segala pesona nya itu menanti untuk kita kita injak dan nikmati kearifan panorama yang selalu ia simpan dan jaga.
Aku tak tahu apakah ini terlalu cepat atauukah mungkin ini terlalu lancang,ketika hati ini mulai mengambil alih fungsi otak,mengisi slot fikiran dengan sesuatu tentang mu,sebuah nama yang menggambarkan sesuatu hal yang berhak di capai tidak hanya dalam angan-angan,sebuah impian.

Ini bukan sebuah  refleksi atas sesuatu yang ingin tergambarkan secara romantis,bukan sebuah buaian  yang hendak dicerminkan oleh salinan kata dalam secarik kertas. Ini hanya sebuah refleksi dari ketidak cakapan diri,ketidak siapan  untuk mengungkapkan isi hati tanpa batasan materi diantara kita.setidaknya ketika kamu membaca ini, material berupa titian ruang yang berbeda mulai terbangun di antara kita,kegugupan terhindarkan dan ketidaksiapan diri ini pun tidak secara langsung kamu saksikan haahahahaha


Terimakasih imaji,cukup untuk hari ini.

Follow Us @toko_irham